Monthly Archives: January 2006

Devil’s Rejects | Kebrutalan dalam POV

Rob Zombie pernah mengatakan tidak pada naskah yang menampilkan karakter yang tampan atau cantik sebagai tokoh utamanya. Hal ini bohong besar. Rob Zombie tetap memilih Sheri Moon sebagai pembunuh di Devil’s Rejects. Melihat Sheri seperti melihat Jessica Simpson membawa pistol ke mana-mana, dan membunuh seenak jidatnya. Tentu tidak seseksi Jessica. Di luar itu, Devil’s Rejects adalah karya Rob Zombie yang sukses. Ia memang kelihatan mau menyelamatkan diri dari karya sebelumnya, House of 1000 corpses, yang ditimpali oleh cercaan demi cercaan. Untungnya ia berhasil. Rob Zombie yang notabene adalah pemusik rock eksperimental (kadang ia menyusupkan raungan gitar ala ZZ Top yang ngountry itu), memang mau mengangkat ciri horor berbeda dari horor kebanyakan.  Continue reading

Tagged , ,

Gie | Ketika Polemik Seorang Soe Hok Gie Dibalut dalam Film

Indonesia sedang wabah Soe Hok Gie. Di hampir setiap sudut toko buku, banyak buku soalnya berserakan. Buku-buku karangannya dirilis ulang dengan ilustrasi gaya baru, buku-buku lain tentangnya yang dibuat oleh orang lain pun tidak luput dibuat. Menurut data Kompas, buku Catatan Seorang Demonstran bahkan menempati urutan teratas buku non fiksi terlaris. Gejala ini menjadi mirip dengan foto Che jeptretan Albert Korda yang akhirnya memunculkan fenomena sosok itu secara global. Walau untuk kasus Soe Hok Gie, gejala yang ada belum sampai menjadi sebuah apotheosis. Wabah ini mau tidak mau terjadi ketika Riri Riza lewat film Gie-nya mencoba mengangkat kembali sosok itu. Film Gie-lah yang membuat sosok itu terangkat, membuat semua orang ingin tahu lebih dalam soalnya.

Continue reading

Tagged , , ,