47 Ronin | Laga Fantasi Jepang Kacau dengan Bujet Raksasa

20140325-175315.jpg

Masa Keanu Reeves sudah lewat. Setidaknya di film Ronin 47, karisma atau sosok cool ala Neo tidak lagi terpancar di wajahnya. Di film ini, Keanu kelihatan terlalu tua untuk karakternya. Entah kenapa studio memilih Keanu yang tidak lagi jadi primadona Hollywood untuk jadi karakter utama di film laga.

Dari awal film, memang kelihatan banyak yang tidak beres dari Ronin 47. Selain keanu yang miscast, hal lain seperti tata artistik yang tidak konsisten, antagonis yang kurang meyakinkan, hingga plot yang cukup membingungkan. Sangat mengerikan apalagi dengan nilai produksinya yang senilai 175 juta USD (dan bahkan digosipkan membubung sampai 225 juta USD). Gila, itu cukup untuk buat dua film LOTR.

Sebagai kisah fantasi, sebenarnya Ronin 47 maunya menjadi film yang ringan ditujukan untuk penonton Asia atau setidaknya non-asia yang penggila anime. Dilihat dari trailer, sekilas tampak amat meyakinkan. Setidaknya film ini dijanjikan akan menawarkan laga aksi yang memuaskan mata, walau mindless.

Seperti diberi janji palsu, Ronin 47 sangat jarang diberi kepuasan visual aksi di setiap babaknya. Pertarunyan epiknya hanya sekali dua kali. Adu pedang lawan monster mistis juga berlangsung begitu saja. Bahkan di babak tengah, film berlangsung membosankan dengan alur yang tidak jelas sebenarnya fokus karakternya ke mana.

Dengan (maunya) memilik premis 300 bertemu dengan Seven Samurai, film ini malah punya nilai sesuai dengan judulnya jika dibandingkan dengan dua film itu. Untuk mencapai kadar masoisme Snyder, film ini kurang dari setengah dari 300 Spartan. Untuk setara dengan angka 7 yang notabene angka yang sakral itu, nilai heroismenya hanya 4,7.

Apa yang terjadi di film ini memiliki kisah sendiri. Carl Rinsch sang sutradara terkenal sebagai sutradara komersil yang karyanya cukup dikenal di kalangan tersebut. Lewat film pendek The Gift, namanya mulai terangkat. Sebagai menantu Ridley Scott, tentunya dia mendapat rekomendasi oleh sutradara terkenal itu untuk menggolkan dia menyutradarai film besar. Malah sempat juga Ridley hampir menjadikannya sutradara untuk prekuel Alien untuk debutnya.

Memegang kunci sutradara untuk film besar pertama kali, yang terjadi adalah ledakan kekacauan. Bahkan, di tengah jalan sempat beredar kabar bahwa Rinch dipecat sebagai sutradara karena proses produksi yang terlalu lama. Bayangkan, film yang awalnya dirilis 2012 ini malah diundur hingga akhir 2013, sampai akhirnya dirilis di 2014. Rinsch memang dikabarkan sulit untuk menyelesaikan film ini sesuai harapan studio.

Salah satu kekacauan besar dalam proses produksi Ronin 47 adalah reshoot dan editing ulang setelah pengambilan gambar utamanya sudah lama usai. Ini yang menjadikan bujet film ini membengkak jadi 225 juta USD. Rinsch disebutkan tidak menjadikan Keanu menjadi tokoh sentral. Namun, Keanu diminta untuk tampil lebih kuat. Suting ulang dilakukan, tentunya dengan skrip baru dan proses penyuntingan tambahan. Hasilnya jelas, tambal sulam hanya membuat karya tidak lebih baik.

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: