Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar | Film Tentang Mimpi Minus Mimpi

Wisata ke Singapura persembahan nonsens travel.

Wisata ke Singapura persembahan nonsens travel.

Siapa yang melarang orang untuk bermimpi. Sah saja. Mendongeng tentang kesuksesan yang berbuah uang sejuta dolar pun bukan tindakan melanggar hukum. Tetapi, hikayat tentang orang yang bermimpi mendapat sejuta dolar tapi sepanjang kisah itu tidak ada satu pun referensi atau bagian dari cerita yang menguatkan nilai mipi itu, maka itu lain cerita. Perlu diusulkan ke DPR untuk dibuatkan UU tentang dilarang bikin cerita mimpi kalau iming-imingnya saja tidak jelas.

Di setiap mimpi iming-iming adalah hal yang wajib. Di film Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar ini, nilai sejuta dolar itu tidak berasa sepeserpun, iming-iming itu tidak ada. Uang sejuta dolar, asumsikan saja USD atau minimal dolar Singapore la, siapapun yang mendapatkannya bisa mendadak bikin kena serangan jantung. Serangan jantung itu tentu ditunggu penonton, seperti menunggu ledakan bom. Menebak dari judulnya sendiri film ini sekiranya bertutur bak proses perakitan bom yang berujung ledakan besar seperti yang diharapkan. Namun, layaknya bom mandul, film tidak ada ledakan karena tidak ada dinamitnya.

Film tentang mimpi tapi tanpa mimpi. Seperti sayur tanpa garam. Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar memang hambar. Parahnya, kehambaran itu malah dibuat oleh sineasnya sendiri. Di film dengan tema rags to riches umumnya memakai formula miskin di awal kaya di akhir. Cara seperti itu ada di film The Billionaire (Wai Roon Pun Lan) atau contoh kontemporer lainnya adalah The Pursuit to Happyness. Di film-film itu geraknya jelas, tampilkan momen-momen saat karakter utama berada kegalannya untuk membangun harapan ke penonton kalau di akhir semuanya akan dibalas dengan ciamik. Kompensasinya akan terlihat.

Film Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar memang seolah punya formula yang sama. Ada kok adegan si Merry susah payah. Benar. Namun, apakah memang adegan-adegan yang justru jadi kunci pembabakan itu tampil getir seperti ketika Will Smith harus tidur di sembarang tempat karena tidak kebagian tempat di penampungan. Patut dipertanyhakan. Di film ini, setiap adegan kesusahan yang dialami si Merry, hampir selalu dikompensasikan dengan adegan lain yang justu ketika direndengkan malah jadi hambar. Saat Merry sendirian, lalu temannya datang minta maaf, suasana cair lagi. Saat harus makan seadanya, ada Alva yang mau ikut makan roti tawar bersamanya. Bahkan saat Merry butuh mendapatkan pendapatan, selalu ada Alva yang memberi solusi dan bahkan meminjamkan smartphone agar bisa main saham. Kesulitan yang sebenarnya dimudahkan dengan sendirinya. Galaunya nggak total!

Jelas sekali sineas di film ini ingin memberi pesan bahwa dalam setiap kesusahan, akan selalu ada yang menolong. Di sini seolah dititipkan harapan bahwa penonton tidak perlu khawatir menjalankan hidupnya. Tetapi, justru itu menegasikan proses rags to riches itu sendiri. Berarti selama ini pamor Merry Riana terjadi karena dia selalu ada malaikat bernama Alva di sekitarnya. Lalu, di mana kegigihan dan kewirausahaan Merry di film ini nyaris tidak ada. Jiwa brutal seorang Merry Riana yang gigih hingga dia layak mendapat sejuta dolar itu dipertanyakan keberadaannya. Mimpi yang absen jadi problem terbesar di sini.

Mernyaksikan film ini sampai akhir maka akan terlihat jelas kenapa struktur film ini acak-acakan. Kisah cinta yang maunya jadi bumbu ternyata malah menghantui seluruh film. Jadinya kisah cinta malah menjadi sebuah adegan yang disturbing, mengganggu semengganggu ganggunya. Dan, kisah cinta ini malah jadi benang merah yang di awal tidak kelihatan. Kisah cinta ini meniadakan dinamit dari bom yang dirakit. Parahnya lagi, seolah fokus ke kisah cinta, tiap adegan di mana Merry berjuang mendapatkan uang lagi, ditampilkan seadanya. Tidak sekreatif momen Merry bersama Alva

Terima kasih kepada plot yang kacau, usaha aktor aktrisnya untuk membuat film ini hidup pun menemui kebuntuan. Karakternya mati semua. Chelsea Islan seperti memerankan hantu di sini. Dia mengerahkan segala teknik aktingnya untuk menjadi Merry Riana ala film yang tanpa karakter. Pontang-panting ke sana ke mari hanya berakting nonsens.; Nonton film ini seperti melihat sebuah kejadian yang hanya berlangsung satu hari. Emosi dan energi para karakter utama kelihatan sama. Senyum-senyum yang sama, ketakutan-ketakutan yang sama, nada-nada bicara yang sama. Terima kasih pada plot yang buruk untuk itu.

Masih banyak problem di film ini. Dari pertama mulai saja seperti disuguhkan rentetan tanda tanya. Itu kerusuhannya di mana? Kok ada hape canggih? Kok di Singapura sudah ada Marina Bay Sands? Oke, mungkin maksudnya adalah ini versi fiksi dari Merry Riana jika dia besar di era 2010-an. Tetapi, penonton tidak ingat kapan ada resesi ekonomi atau kerusuhan LAGI. Ah, mungkin film ini hanya mau membuat dunia fiksinya sendiri. Dunia fiksi ketika tidak ada pembagian penggambaran adegan yang jelas untuk membedakan suasana dan pembabakan. Mungkin sinematografernya alpa. Biar saja tampilkan gambar-gambar yang kelihatan enak dilihat tanpa peduli kapasitasnya pas atau tidak.

Film Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar memiliki kesamaan pada film Indonesia berjudul Panggung Pinggir Kali yang diperankan Kristina si penyanyi dangdut yang entah di mana sekarang. Film itu dibuat berdasarkan pemenang lomba penulisan skenario yang diadakan Kantor Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata. Temanya mirip, tentang penyanyi dangdut yang tiba di kota besar dengan uang seadanya sampai jadi tenar. Juga ada kisah cinta di situ. Dan, keduanya juga memiliki jiwa yang sama: kosong. Bedanya Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar dibuat lebih mahal saja.

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: