Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar | Film Tentang Mimpi Minus Mimpi

Wisata ke Singapura persembahan nonsens travel.

Wisata ke Singapura persembahan nonsens travel.

Siapa yang melarang orang untuk bermimpi. Sah saja. Mendongeng tentang kesuksesan yang berbuah uang sejuta dolar pun bukan tindakan melanggar hukum. Tetapi, hikayat tentang orang yang bermimpi mendapat sejuta dolar tapi sepanjang kisah itu tidak ada satu pun referensi atau bagian dari cerita yang menguatkan nilai mipi itu, maka itu lain cerita. Perlu diusulkan ke DPR untuk dibuatkan UU tentang dilarang bikin cerita mimpi kalau iming-imingnya saja tidak jelas.

Continue reading

Tagged , , ,

Chasing Amy | Sinema Dialog Bernas yang Semakin Langka Disajikan

Image

selalu ada ledakan setiap Alyssa muncul di film

Adalah saat yang baik untuk menonton ulang film-film Kevin Smith, terutama yang ada dalam semesta Askewniverse. Di semesta ini, gerak film berjalan dengan dialog demi dialog yang jenaka, tidak lupa dengan lelucon seks sebagai bumbu. Semesta yang diambil dari nama perusahaan yang memproduksi film-film tersebut juga biasanya dihadiri oleh duo Jay dan Silent Bob. Dan, bagi yang sudah kadung mengikuti semesta ini, film barunya selalu dinanti.

Continue reading

Tagged , , ,

Captain America: The Winter Soldier | Dominasi Superhero di Era Marvel Masih Berlanjut

Film patriotik Amerika Serikat untuk masa kini

Film patriotik Amerika Serikat untuk penonton masa kini

Apa jadinya jika sebuah studio film berhasil membuat penghasilan besar untuk karakter komik yang meski sempat ikonik namun sempat divonis tidak relevan untuk masa kini. Untuk lawan-lawan studio tersebut, hal itu merupakan sebuah bahaya. Captain America: The Winter Soldier mau tidak mau membuat standar baru dalam film adaptasi komik. Setidaknya film ini membuat pakem baru bahwa yang lawas bukan berarti tidak bisa ditampilkan ulang untuk penonton era sekarang. Sebagai film mainstream, kisah patriotik Steve Rodgers jilid tiga (setelah prekuel dan Avengers) memang terbukti bahwa karakter ini masih layak diterima di hati audiens. Ulasan ini memiliki spoiler ringan yang jika belum menonton film ini bisa terganggu.

Continue reading

Tagged , ,

47 Ronin | Laga Fantasi Jepang Kacau dengan Bujet Raksasa

20140325-175315.jpg

Masa Keanu Reeves sudah lewat. Setidaknya di film Ronin 47, karisma atau sosok cool ala Neo tidak lagi terpancar di wajahnya. Di film ini, Keanu kelihatan terlalu tua untuk karakternya. Entah kenapa studio memilih Keanu yang tidak lagi jadi primadona Hollywood untuk jadi karakter utama di film laga.

Continue reading

Tagged , ,

Tragedi Penerbangan 574 | Inspirasi Kecelakaan Adam Air dalam Balutan Horor Murahan

Jika muncul logo ini di awal film, siap-siap masuk ke dunia tanpa ujung yang mengerikan sekaligus mengacak otak.

Awalnya ketika hendak menonton Tragedi Penerbangan 574, ekspektasinya adalah film bujet rendah yang mengangkat problem saat pesawat jatuh atau minimal ketegangan saat kecelakaan terjadi. Sempat ada terbersit pikiran bahwa film ini bakal disusupi unsur-unsur mistis, karena jujur sebelum menyaksikan penulis tidak tahu apa-apa. Posternya sebenarnya cukup menarik. Hanya bergambar pesawat dalam keadaan kritis, seakan menunjukkan bahwa film ini banyak banyak dititikberatkan di kecelakaan itu. Ternyata, saat film dimulai, logo di atas muncul dan terpaksa semua ekspektasi bubar. Sekadar informasi, K2K Productions adalah jawara untuk industri film dengan metode yang kebalik-balik. Continue reading

Tagged , , ,

Fire and Ice | Heroisme Produksi Sebuah Film Animasi Rotoscoping

Fire and Ice Image

Jangan berharap ada adegan seks sevulgar Fritz the cat di film ini.

Rotoscoping walau asing sebenearnya merupakan salah satu teknik tua di dalam dunia animasi. Di dunia pop masa kini, contoh teknik ini bisa ditemukan di video musik Kanye West, Heartless. Salah satu sutradara yang menggunakan teknik ini dan diterapkan dengan metode digital adalah Richard Linklater yang terkenal dengan Waking Life dan A Scanner Darkly. Di masa lalu, teknik ini digunakan di film Snow White and Seven Dwarfs dan film kartun Betty Boops. Pada dasarnya teknik ini adalah sebuah animasi di mana ilustrator dan animator meniru gerakan sebuah aksi hidup yang direkam secara  frame ke frame. Dengan peniruan ini akan dihasilkan sebuah gambar yang memiliki animasi gerakan lebih hidup. Disebut rotoscope dari nama alat yang digunakan untuk teknik ini. Sekarang proses rotoscoping jika masih digunakan sudah memakai media komputer. Continue reading

Tagged , ,

Switchblade Sisters | Heroine dari Tumpukan Film Tak Tersentuh

Lace si bengal jutek sumber masalah. Julliete Lewis ala 70an

Heroine atau jagoan cewek memang jadi salah satu formula buat sebuah media bercerita supaya sukses. Di film, ada contoh seperti Ripley di seri Alien. Di video games, ada Samus di Metroid dan dilanjutkan oleh Lara Croft yang bikin geeks bisa ngocok sambil main. Walau pada awalnya adalah Ms Pacman. Tapi, ngebayangin ML dengan Ms Pacman mungkin sebuah kelainan.  Ada yang bilang itu adalah dorongan psikis pemainnya untuk melindungi perempuan. Namun, bisa juga karena lain faktor seperti menganggap heroine adalah teman fantasi pemirsa atau pemainnya.  Banyak faktor, tapi perkenankan sebuah film, Switchblade Sisters, diulas untuk jadi referensi dan inspirasi atas film dengan jagoan perempuan di masa kini. Continue reading

Tagged ,

In the Name of the King: A Dungeon Siege Tale | Film Uwe Boll yang Berhasil Bikin Pusing Bikin Muntah, Secara Harfiah

Tidak, Jason Statham bukan jaminan mutu sebuah film

Ini mungkin merupakan ulasan film yang buruk. Ulasan film yang buruk salah satu syaratnya adalah pengulasan yang dilakukan tanpa menonton filmnya tidak selesai. Jadinya ulasan itu dipandang hanya sebagian, tidak semuanya. Ulasan film juga menjadi buruk kalau dia menyugestikan pembacanya untuk tidak menonton film yang menjadi topik. Ia boleh memberi penilaian negatif, tapi pada akhirnya tidak bisa menyarankan pembacanya untuk melarang menonton film tersebut. Sayang sekali ulasan ini terpaksa dilanjutkan sebagai ulasan yang buruk dengan kriteria di atas. Continue reading

Tagged , ,

Dreamgirls | Blaxploitation Versi Mainstream

Sosok tiga diva diinspirasi dari The SupremesSaat menyaksikan Dreamgirls (atau bagi yang sudah menonton) coba bayangkan kalau dialog yang dimusikalisasi di film ini disulap menjadi dialog mentah. Kalau visualisasi seperti itu berhasil dilakukan, maka Dreamgirls akan sekadar menjadi tontonan yang sangat klise. Film ini dari segala tuturan kalimat per karakter dan bagaimana cerita berjalan dalam sebuah plot nyaris tidak ada yang bisa bikin berkesan. Semua dibikin dengan sangat sederhana. Tetapi, untungnya film ini tidak terdiri hanya atas kata-kata yang terlontar datar. Saat kita menonton film ini, bagi yang suka dengan musik-musik yang menjadi ciri khas orang kulit hitam Amerika, bisa dipastikan terpukau dengan tata musik dan juga tentunya penampilan dari yang membawakan.

Continue reading

Tagged , , , ,

El Topo | Dibedah dengan Pisau Feminisme

Di balik janggutnya, Jodorowsky memiliki pendapat yang tajam soal perempuan

Di balik janggutnya, Jodorowsky memiliki pendapat yang tajam soal perempuan

Sergio Leone lewat trilogi Nameless Cowboy plus satu film berjudul Once Upon A Time in The West begitu membahana karena berhasil mengangkat sebuah genre yang acapkali disebut picisan, film koboi, menjadi berkelas. Gaya sinematiknya mampu mencampur gaya aksi laga gaya film koboi lawas yang terkenal dengan ikon John Wayne dengan tema-tema yang lebih berkarakter, seperti sejarah Amerika. Sergio Leone pun dianggap menjadi pionir spaghetti western, sebuah genre yang dibuat untuk membedakan (menyindir) dengan film-film koboi penuh aksi namun miskin tema.
Continue reading

Tagged , , ,